Sistem IoT untuk Peternakan Ayam

Industri 4.0? Nampaknya sekarang sedang banyak yang membicarakan hal ini ya.
Perkembangan zaman dan teknologi semakin membuat kemajuan yang begitu signifikan dalam semua bidang kehidupan. Industri 4.0 sedang digalakkan secara masif di berbagai bidang dari industri, ekonomi, dan tak ketinggalan juga bidang peternakan.

Akan tetapi, hingga saat ini masih banyak masyarakat yang masih belum mengerti apa itu Industri 4.0 dan bagaimana hal tersebut akan memberikan sumbangsih terhadap kemajuan Indonesia. Apalagi peternak kebanyakan adalah lulusan SMP atau di bawahnya, sementara data menunjukkan pengguna internet di negeri ini sudah mencapai 143 juta orang. Namun ternyata tidak sedikit yang “gagal paham” terkait industri 4.0.

Istilah Industry 4.0 pertama kali digunakan pada Hannover Fair, 4-8 April 2011. Istilah ini digunakan oleh pemerintah Jerman untuk memajukan bidang industri ke tingkat selanjutnya, dengan bantuan teknologi. Internet of things-IoT, big data, machine learning, artificial intelligence-AI, robot, dan sharing economy adalah wajah baru industri saat ini.

sumber: edukasiempatnol.com/edukasi-4-0-industri-4-0

Revolusi Industri 4.0 adalah perubahan dimana mesin lebih dimanfaatkan sebagai motor atau tenaga penggerak dan pemroses, hingga menghasilkan suatu barang atau hasil. Perubahan ini hadir guna efektifitas dan efisiensi dalam memproduksi sesuatu. Meskipun terdapat beberapa dampak dari kemunculan perubahan ini, tapi itu masih sebanding dengan hasil yang didapatkan jika semua lapisan masyarakat mampu memahami dan menggunakannya dengan bijak.

Pemanfaatan Revolusi Industri 4.0 dalam dunia peternakan ayam peternak tinggal memilih alat yang sesuai dengan spesifikasi parameter teknis yang diinginkan. Pilihan teknologi yang digunakan tentunya harus melihat tujuan dan manfaat yang ingin dicapai, serta kendala yang mungkin dihadapi karena lingkungan sekitar yang berbeda dibandingkan dengan industri lain. IoT mungkin merupakan salah satu teknologi yang dapat diadopsi, tentunya yang dapat mengatasi kendala yang ada di lapangan. Beberapa manfaat dari teknologi yang diadopsi seperti penerapannya mudah dan sederhana, biaya perawatan rendah, serta menggunakan baterai, karena listrik tidak semuanya wilayah mudah mendapatkannya.

Dalam pemanfaatan IoT, syarat Infrastruktur penunjang yang diperlukan dalam proses adopsi dan adaptasi juga tidak terlalu banyak. Keberadaan ekosistem yang tepat guna akan lebih berpengaruh pada penerapan teknologi digital tentu akan dapat memberikan manfaat lebih.

Data merupakan aspek penting dalam kegiatan budi daya, semakin akurat data yang dimiliki oleh peternak, maka tentu akan mempermudah peternak dalam pengambilan keputusan. Selain itu dengan recording yang lengkap, peternak juga bisa memperkirakan bagaimana pemeliharaan pada periode yang akan datang, dengan membandingkan data pada bulan yang sama pada tahun sebelumnya.

sumber: datasains.co.id/2021/02/11/sistem-peternakan-cerdas-berbasis-internet-of-things-iot

Jika menggunakan IoT, Peternak ayam dapat memonitor kondisi lingkungan secara langsung mulai dari suhu dan kelembaban sampai dengan tingkat cahaya, kecepatan angin, kadar CO2, juga amonia. Peternak juga dapat memonitor konsumsi pakan dan minum ayam serta hasil tumbuh kembang ayam melalui indikator harian ABW (Average Body Weight) atau rata-rata berat harian. Peternak akan mendapatkan peringatan dan notifikasi secara langsung sehingga dapat lebih cepat tanggap menangani hal ini di kandang.

Selain itu, IoT dapat membantu peternak dalam mengotomatisasi operasional kipas dengan menyesuaikan suhu dan kelembaban lingkungan untuk mencapai target suhu harian dalam kandang. Target terjaganya suhu kandang ini penting karena ayam sangat sensitif terhadap suhu dan kelembaban lingkungan karena akan mempengaruhi konsumsi pakannya

Selain itu, kelembaban atau Relative Humidity (RH) kandang juga sangat berpengaruh. Kandang ayam yang terlalu lembab menyebabkan suhu efektif yang dirasakan ayam naik sehingga ayam merasa terlalu panas dan sulit bernafas. Sedangkan jika kandang ayam terlalu kering ayam akan merasa suhunya lebih dingin daripada suhu lingkungan. Keadaan yang tidak nyaman bagi ayam akan mempengaruhi produktivitas. Idealnya, kelembaban kandang harus dijaga antara 30-50% pada ayam umur 0-7 hari and 40-60% pada ayam umur lebih dari 8 hari.

Last, itulah pembahasan tentang Sistem IoT untuk Peternakan Ayam. Semoga dapat menjadi inspirasi positif untuk para pembaca sekalian.

Apabila Anda membutuhkan jasa pengerjaan project terkait Arduino IoT dan ingin memesan project bisa melakukan pemesanan dengan klik tombol dibawah ini:

Jika ada pertanyaan terkait pemesanan project bisa menghubungi – 081325645334 (Indobot Project)

Leave a Comment