Bagaimana Cara Menjadi Freelance IoT Developer?

Perkembangan industri Internet of Things (IoT) di seluruh dunia, termasuk di negara kita Indonesia hingga saat ini semakin berkembang dengan pesat. IoT merupakan program dimana sebuah objek memiliki kemampuan untuk mentransmisikan atau mengirimkan data melalui jaringan tanpa menggunakan bantuan perangkat komputer dan manusia. IoT terdiri dari hardware dan software.

Perangkat IoT kini semakin beragam jenisnya yang menyasar segmen B2B (Business to Business) dan B2C (Business to Customer). Sejauh ini produk IoT B2C yang paling banyak digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Karena produk IoT paling sering digunakan untuk aktivitas rutin sehari-hari seperti bekerja, sekolah dan lainnya.

Adapun Perangkat IoT yang paling digunakan oleh masyarakat adalah produk-produk yang digunakan sehari-hari. Mulai dari aksesoris peripheral, perangkat smart home dan lain-lain.

Dengan semakin banyaknya konsumen yang menanti-nanti terobosan baru, perusahaan pun berlomba-lomba memenuhi tuntutan itu. Tentu, perusahaan pun semakin ingin memiliki sumber daya manusia yang tepat dari pengembang perangkat lunak dengan keahlian yang diperlukan.

Pengembang IoT atau biasa disebut Developer IoT memiliki potensi untuk memanfaatkan peluang dari booming-nya teknologi IoT. Anda bisa juga menjadi seorang freelance tanpa harus bekerja terikat dengan perusahaan. Untuk menjadi seorang Developer IoT, terdapat beberapa skill yang harus dimiliki.

Dalam artikel ini, Kami akan menyampaikan beberapa skill yang harus Anda miliki jika Anda ingin menjadi developer IoT.

1. Perdalam Pengetahuan Anda tentang Sensor

Berbeda dengan Developer lain, jika Anda terjun ke bidang IoT harus memiliki pemahaman yang mendalam tentang Sensor dan Wireless Communication. Menurut Karen Panetta, seorang profesor Electrical and Computer Engineering di Universitas Tufts, “Sangat disarankan bagi IoT Developer untuk memiliki Background dalam ilmu komputer atau teknik listrik.”

Selain tentang komputer dan elektronis, IoT juga terkadang bersinggungan dengan dunia teknik mesin dan teknik sipil saat sensor mengumpulkan data-data fisik. Menurut Bryan Kester, kepala IoT di Autodesk, “Sangat sulit untuk menjadi seorang yang dapat memahami IoT secara ‘mendalam’ – Secara alami kita harus memiliki keinginan dan pengetahuan.”

Pelajarilah Cara Membuat User Interface yang Menarik
Ketika kita mengembangkan produk IoT untuk komersial, sangat penting untuk menjaga kualitas demi pengalaman dan kenyamanan pengguna.

Sangat disarankan bagi kita untuk memiliki pengetahuan tentang UI (User Interface) dan UX (User Experience) agar dapat menentukan kemudahan, pengalaman, dan kenyamanan bagi penggunaannya.

2. Perdalam Bahasa JavaScript dan Python

Seorang developer tentunya ingin membuat aplikasi IoT-nya digunakan oleh semua orang, yang berarti bersifat universal. Javascript yang akhirnya didukung oleh hampir semua browser yang sering digunakan, akhirnya menjadi bahasa pemrograman yang universal.

Python adalah bahasa universal. Tidak ada panduan ketat atau aturan mengekang yang perlu diikuti. Python memungkinkan melakukan semua jenis operasi dengan mudah. Sama sekali tidak perlu memilih platform yang sempurna karena didukung oleh sebagian besar platform mulai dari Windows ke Linux.

Suz Hinton, Technical Evangelist di Microsoft, menyarankan untuk memiliki pemahaman tentang JavaScript sebelum terjun menjadi IoT Developer. “Menggunakan Web Based Language untuk Back-End dalam pemrosesan data, dan kode yang berjalan pada perangkat tersebut sangatlah masuk akal. JavaScript adalah bahasa event-driven yang sangat ideal untuk berinteraksi dengan data baru dari perangkat dan memicu tindakan pada perangkat itu sendiri.”

Menurut Rob Lauer, Senior Manager of Developer Relations di Progress. “IoT Developer cenderung menggunakan bahasa yang umum, termasuk Python dan JavaScript, dengan beberapa perangkat yang kompatibel dengan IoT pada Windows yang menggunakan C#/. NET.”

3. Perdalam tentang NodeMCU, Arduino, dan Raspberry Pi

3 mikrokontroller tersebut sangat populer di Indonesia. mikrokontroler tersebut banyak dipakai karena fiturnya yang cukup lengkap, mudah untuk didapatkan, dan harganya yang relatif terjangkau. Jika Anda menguasainya, tentunya akan banyak proyek yang bisa Anda kerjakan.

4. Bergabung menjadi Mitra indobotproject.com

 

indobotproject.com menawarkan kemitraan untuk para developer IoT di Indonesia. Anda dapat bergabung bersama kami dan dapatkan penghasilan tambahan. untuk bergabung dapat mengisi form pada link berkut:

Source:

  • dicoding.com
  • selular.id
  • elcreativeacademy.com

 

Apabila Anda membutuhkan jasa pengerjaan project terkait Arduino IoT dan ingin memesan project bisa melakukan pemesanan dengan klik tombol dibawah ini:

Jika ada pertanyaan terkait pemesanan project bisa menghubungi – 081325645334 (Indobot Project)

 

 

Leave a Comment

whatsapp