Pembahasan Tentang Arduino Ethernet

Arduino adalah papan elektronika/hardware yang didalamnya terdapat chip mikrokontroler AVR tertentu yang bisa diprogram dengan mudah dengan aplikasi yang diinstal pada pc/komputer (Arduino IDE) dan hasil programnya dikirim/didownload melalui port usb, usb yg dihubungkan dengan komputer ini bisa sebagai catu daya sementara saat program didownload dari pc tanpa harus pakai catu daya dari luar, Arduino ini juga bersifat open source wiring sehingga setiap orang bisa memproduksi sendiri papan pcb arduino serta banyak contoh program atau library yang disediakan. Hal itulah yang membuat arduino itu sangat populer untuk para penghobi/profesional bidang elektronika dan mikrokontroler baik di indonesia maupun di dunia.

Arduino memiliki berbagai macam jenis. Arduino menjadi sebuah game changer dalam dunia mikrokontroler. Dengan sistemnya yg open source, banyaknya varian serta besarnya komunitas yang tersebar di seluruh penjuru dunia membuat Arduino menjadi sangat populer.

Dulu indobotproject.com pernah mengulas tentang berbagai macam jenis Arduino. Pada tiap jenis-jenis Arduino pada umumnya menggunakan konektivitas USB.

Ada satu jenis Arduino yang memiliki konektivitas yang sedikit berbeda, yaitu Ethernet. Arduino Ethernet adalah namanya. Pada Artikel ini, kami akan membahas segala sesuatu tentang Arduino Ethernet.

sumber: https://docs.arduino.cc/retired/boards/arduino-ethernet-rev3-without-poe#documentation

Berikut merupakan Spesifikasi Teknis dari Arduino Ethernet:

  • Microcontroller ATmega328
  • Operating Voltage 5V
  • Input Voltage Plug (recommended) 7-12V
  • Input Voltage Plug (limits) 6-20V
  • Input Voltage PoE (limits) 36-57V
  • Digital I/O Pins 14 (of which 4 provide PWM output)
  • Arduino Pins reserved: 10 to 13 used for SPI, 4 used for SD card, 2 W5100 interrupt (when bridged)
  • Analog Input Pins 6
  • DC Current per I/O Pin 40 mA
  • DC Current for 3.3V Pin 50 mA
  • Flash Memory 32 KB (ATmega328) of which 0.5 KB used by bootloader
  • SRAM 2 KB (ATmega328)
  • EEPROM 1 KB (ATmega328)
  • Clock Speed 16 MHz
  • W5100 TCP/IP Embedded Ethernet Controller
  • Power Over Ethernet ready Magnetic Jack
  • Micro SD card, with active voltage translators
  • Panjang 68.6 mm
  • Lebar 53.3 mm
  • Berat 28 gr

Arduino Ethernet adalah Board mikrokontroler berdasarkan ATmega328. Memiliki 14 pin input / output digital, 6 input analog, osilator kristal 16 MHz, koneksi RJ45, colokan listrik, header ICSP, dan tombol reset.

NB: Pin 10, 11, 12 dan 13 dicadangkan untuk berinteraksi dengan modul Ethernet dan tidak boleh digunakan sebaliknya. Hal ini mengurangi jumlah pin yang tersedia menjadi 9, dengan 4 tersedia sebagai output PWM.

Modul Power over Ethernet opsional dapat ditambahkan ke board juga.

Ethernet berbeda dari board lainnya karena tidak memiliki chip penggerak USB-to-serial onboard, namun memiliki antarmuka Ethernet Wiznet. Ini adalah antarmuka yang sama yang ditemukan pada perisai Ethernet.

Card reader microSD onboard, yang dapat digunakan untuk menyimpan file untuk ditampilkan melalui jaringan dan dapat diakses melalui library SD. Pin 10 dicadangkan untuk antarmuka Wiznet, SS untuk kartu SD ada di Pin 4.

Header pemrograman serial 6-pin kompatibel dengan adaptor Serial USB dan juga dengan kabel USB FTDI atau dengan panel pelepas USB-to-serial Sparkfun dan Adafruit FTDI. Ini fitur dukungan untuk reset otomatis, memungkinkan sketsa untuk diupload tanpa menekan tombol reset di board. Saat dihubungkan ke adaptor USB to Serial, Ethernet Arduino diaktifkan dari adaptor.

Revisi 3 board memperkenalkan pinout 1.0 standar, yang terdiri dari:
menambahkan pin SDA dan SCL yang berada di dekat pin AREF dan dua pin baru lainnya yang ditempatkan di dekat pin RESET, ini bisa menjadi kesempatan untuk melindungi komponen i2c atau TWI yang kompatibel dengan semua board Arduino.
IOREF yang memungkinkan shields untuk menyesuaikan voltase yang diberikan dari board. Shields yang menggunakan pin IOREF akan kompatibel baik dengan board yang menggunakan AVR, yang beroperasi dengan 5V dan Arduino Due yang beroperasi dengan 3.3V. Di sebelah pin IOREF ada pin yang tidak terhubung, yang dicadangkan untuk tujuan masa mendatang.

Last, itulah pembahasan tentang Arduino Ethernet. Semoga dapat menambah referensi untuk para pembaca sekalian.

Apabila Kamu membutuhkan jasa pengerjaan project terkait Arduino IoT dan ingin memesan project bisa melakukan pemesanan dengan klik tombol dibawah ini:

Jika ada pertanyaan terkait pemesanan project bisa menghubungi – 081325645334 (Indobot Project)

Leave a Comment