Penyebab IC Arduino Panas dan Cara Mengatasinya

Halo para pembaca sekalian, Selamat Hari Ini!

Kali ini masih tetap membahas mikrokontroler sejuta umat, tidak lain dan tidak bukan adalah Arduino. A Special Shout Out untuk Hernando Barragan, karena berawal dari thesis beliau Arduino ini dikembangkan oleh Massimo Banzi dan David Cuartielles. Sehingga kita sekarang bisa menggunakan Arduino untuk berbagai macam project kita. Apalagi Arduino ini dibuat open source juga hingga para maker bebas menggunakan dan mengembangkan.

yang namanya perangkat elektronik, khususnya mikrokontroler memiliki problem yg selalu muncul, yaitu panas. Pun sama halnya yang terjadi pada Arduino. Biasanya panas terjadi pada IC Regulator, berawal dari panas, short, hingga terbakar!

Posisi IC Regulator Arduino UNO R3 (Sumber: store.arduino.cc)

Sebenarnya apa penyebabnya? Apakah karena voltase yang tidak sesuai? Well, kita harus tau dulu berapa sebenarnya tegangan yg ideal untuk Arduino. Beberapa orang mengatakan jika sebenarnya 12V itu aman untuk Arduino, namun panas. Ada pula yang merekomendasikan ke 9V saja. Namun pada beberapa kejadian bahkan sudah menggunakan 9V masih tetap saja panas. Lantas berapa sebenarnya voltase yang pas??

Sebelum menuju ke arah sana, kita bahas dulu apa itu IC Regulator. 

IC regulator atau IC Voltage Regulator adalah sebuah komponen elektronika yang digunakan untuk mengatur tegangan pada rangkaian elektronika. Dinamakan sebagai IC atau Integrated Circuit karena voltage regulator ini tersusun dari puluhan hingga ratusan transistor, kapasitor, dioda dan resistor yang mana saling terintegrasi sehingga membentuk komponen IC regulator.

IC Regulator (Sumber: components101.com)

Fungsi dari voltage regulator adalah untuk mempertahankan atau mengatur tegangan pada level tertentu (sesuai dengan nilai pada IC regulator)  secara otomatis. Hal ini dapat diartikan bahwa tegangan output DC pada voltage regulator akan stabil dan tidak dipengaruhi oleh perubahan tegangan input, beban pada output dan juga suhu.

Apa IC regulator yg digunakan oleh Arduino?

Kembali lagi ke Arduino!

jenis IC regulator yang digunakan pada Arduino adalah AMS117 5V. Hal ini dikarenakan prosesor yang digunakan adalah Atmega yang bekerja pada voltase 5V.

Jika kita lihat pada website resmi Arduino, voltase yang dapat digunakan adalah 6-20V. Namun direkomendasikan untuk menggunakan voltase 7-12V. Apa sebenarnya alasan dibalik direkomendasikannya range tegangan tersebut? padahal pada beberapa kasus terjadi IC panas bahkan terbakar?

Penyebabnya adalah Disipadi Daya! Apa itu?

Secara teori, disipasi daya dalam dunia elektronika dapat diartikan sebagai proses ireversibel (tidak dapat balik) sejumlah daya listrik yang hilang. Daya tersebut terbuang dan tidak termanfaatkan sebagai mana mestinya, biasanya dalam bentuk panas.

Satuan disipasi daya adalah watt. Pada IC Regulator memiliki batasan daya yang dapat ditampung. 

Adapun cara menghitung disipasi daya adalah dengan menggunakan persamaan berikut:

Pd = (Vin – Vout ) X Iout

Dimana:

Pd = Disipasi Daya (watt)

Vin = Voltase masuk (V)

Vout = Voltase keluar (V)

Iout = Arus keluar (A)

Oke jika kita gunakan Power Supply 9V pada Arduino maka berapa Disipasi dayanya?

Asumsi:

Vin = 9V

Vout = 5V

Iout = 0,3 A

Pd = (Vin – Vout ) X Iout

Pd = (9V – 5V ) X 0,3 A

Pd = 1,2 Watt

Jadi, disipasi daya sebesar 1,2 Watt pada tegangan power supply 9V.

oke selanjutnya kita lihat datasheet pada IC AMS117. datasheetnya dapat di download disini.


Sumber: AMS Datasheet

Pada gambar diatas bagian Note 2 disebutkan bahwa Disipasi maksimalnya ada pada 1,2 Watt. Maka sudah ada pada batas limitnya. tentu saja ini kurang aman.

bagaimana jika beban arusnya lebih besar? misalnya 0,5 A.

Pd = (Vin – Vout ) X Iout

Pd = (9V – 5V ) X 0,5 A

Pd = 2 Watt

Hasilnya melebihi batas maksimal disipasi daya yang dapat diterima oleh IC AMS1117. Hasilnya sudah pasti:

sumber: imgur.com

Tidak mengherankan jika IC regulatornya terbakar, karena sudah melebihi batas penggunaannya.

Bagaimana cara mengatasinya?

Kami merekomendasikan untuk lebih aman. gunakan power supply dengan tegangan 5V saja. jika tidak ada, maka kita bisa menambahkan modul step down untuk menurunkan voltasenya ke 5V.

Baca juga:

Last, itulah pembahasan tentang Penyebab IC Arduino Panas dan Cara Mengatasinya. semoga bisa menjadi referensi dan bermanfaat bagi para pembaca sekalian.  Apabila Anda membutuhkan jasa pengerjaan project terkait Arduino IoT dan ingin memesan project bisa melakukan pemesanan dengan klik tombol dibawah ini:

Jika ada pertanyaan terkait pemesanan project bisa menghubungi – 081325645334 (Indobot Project)

1 thought on “Penyebab IC Arduino Panas dan Cara Mengatasinya”

Leave a Comment

whatsapp